Berbagai Mitos Tentang Pria

Selama ini, cowok dan cewek memang selalu saja dipusingkan dengan berbagai mitos tentang sifat dan kepribadian masing-masing. Maklum, karena konon 'asalnya' lain-lain - ini kalau John Gray bener, lho, bahwa kaum pria berasal dari Mars dan wanita dari Venus - 'bahasa'nya suka lain, begitu pula dengan perilakunya. Akibatnya, timbul juga mitos-mitos tentang dua makhluk ini. Si cewek beranggapan si cowok demikian, sementara si cowok ternyata sebaliknya. Hal ini berlaku dua arah. Karena itu, banyak juga penelitian yang dilakukan para ahli untuk mencari kebenaran tentang hal ini. Tapi, tentu saja ada juga beberapa hal yang sudah jelas. Misalnya, mitos-mitos yang selama ini berkembang tentang cowok. Ternyata, banyak juga lho yang salah. Apa aja? Coba deh, lihat ...

1.      Pria takut keintiman. Betul sih, cowok emang senang bermain-main dan tak mau dikekang. Mereka juga susah untuk terlibat secara emosional dengan cewek, sehingga terkesan mau enaknya saja. Jadi, biarpun melakukan hubungan intim, bukan berarti mereka punya keintiman. Padahal, kenyataan sebenanya tidak. Menurut para cowok sih, yang mereka takutin itu sebenarnya bukan soal tidak mau intim. Kalau orangnya tepat, mereka mau-mau saja, kok, menjalin keintiman!

2.      Pria tidak sadar kalau pacarnya berubah penampilan. Pernah kan mengubah gaya rambut atau mencukur alis tapi sang pacar tidak sadar? Bukannya memuji - atau mencela - dia malah bilang, "Uhh, bau apa itu? Kayaknya tukang sate lewat, deh. Makan, yuk? Laper, nih!". Tapi, tak semua cowok begitu. Malah, ada yang superperhatian, kok. Cuma, ya itu. Mereka agak susah memberi komentar karena takut salah 'keterima'. Maksudnya memuji, eh disangka mencela. Nah, untuk amannya, mereka jadi diam saja dan mengalihkan perhatian ke hal lain.

3.      Pria tidak romantis. Ini memang hal yang umum. Berapa kali coba cewek-cewek merasa sedih dan kesal karena pacarnya sama sekali tidak berusaha menghadiahi cokelat atau bunga di hari ultah? Malah, ada yang lupa sama sekali! Walau begitu, mungkin caranya saja yang belum 'kena'. Gini deh, romantis itu kan nggak terbatas dengan mengirim bunga atau menelepon tiga kali sehari (hmm, kok jadi kayak sikat gigi, ya?). Misalnya, si cowok membuatkan CD yang berisi lagu-lagu favorit berdua, atau mengirim screensaver yang indah untuk dipasang di komputer pacarnya. Bukankah itu tergolong romantis juga?

4.      Pria lebih senang seks ketika mengisi waktu berdua. Yaaah, otak cowok dan cewek memang punya saraf yang agak berbeda. Makanya, segala hal tentang seks biasanya lebih dimiliki cowok ketimbang cewek. Menurut mitos, kalau diturutin, cowok sih maunya berhubungan intim tujuh kali sehari. Ahh, kalau ini sih jelas-jelas nggak bener. Memangnya mereka nggak punya rasa capek, apa? Bisa saja sih suatu hari seorang suami merayu istrinya melakukan hubungan seks sebanyak itu, tapi itu cuma sekali saja seumur hidup. Biar ada yang buat dikenang-kenang dan ... dibualkan!

 5.      Pria lebih kompetitif ketimbang wanita. Hmm, kalau soal kempetitif atau tidak, sebenarnya itu sih tergantung kepribadian setiap orang. Bukan berarti karena nenek moyang yang pria berprofesi sebagai pemburu, maka keturunannya pun juga memburu kemenangan. Ada kalanya cowok-cowok tidak suka pertandingan atau perlombaan (makanya ada juga di antara mereka yang pacarnya tidak cantik secara fisik). Sebaliknya, bukankah yang sering melakukan perbandingan adalah kaum cewek? Nah, di mitos yang ini, mungkin kedua-duanya sama-sama suka bersaing.

 6.      Pria tidak suka menunjukkan emosi. Ah, itu sih kelihatannya. Ada lho cowok yang menangis terharu ketika menonton the Bridges of Madison County. Atau, cowok yang memarahi temannya gara-gara sang teman mempermainkan seorang cewek dengan begitu tega. Kita juga pernah melihat kan kalau banyak cowok yang meneteskan air mata di hari pernikahannya!

 Rupanya, selama sesuatu itu memang menyentuh hati, emosi tak dilarang untuk dipertunjukkan. Percaya, deh!

 

:) Tips Melupakan Cinta (:

Berpisah dengan orang yang pernah kita cintai memang sangat menyedihkan. Perasaan menjadi terombang-ambing, emosi menjadi tidak terkendali dan kadangkala tindakan kekerasan dapat dilakukan terhadap orang lain sebagai pelarian rasa sakit.

Namun sebenarnya hal-hal negatif tidak perlu terjadi, asalkan Anda lebih dapat mengontrol emosi serta merenung sejenak. Bahkan mungkin hubungan Anda bersamanya dapat berakhir sebagai teman setelah cinta Anda berdua usai.

Anda perlu tahu, Anda sedang berada dalam situasi putus cinta tahap ke berapa. Apakah sudah pada tahap siap memecahkan barang-barang, atau Anda sudah melakukannya? Atau mungkin Anda masih pada tahap meratapi cinta yang lalu.

Langkah berikutnya tergantung pada tahap apa yang sedang Anda alami. Jika Anda berada dalam tahap siap-siap untuk mengakhiri kisah cinta Anda, lakukanlah. Jangan tunda satu hari pun untuk menyembuhkan lukanya (atau luka Anda). Jika hubungan Anda sudah selesai, terimalah. Meskipun Anda bukan orang yang mengakhirinya, belajarlah dari pengalaman Anda dan cobalah untuk maju.

Apapun kondisi Anda. Akhirnya, tidak penting lagi apa yang dipikirkan orang lain, tetapi apa yang bisa membuat Anda tenang. Dan penting bagi Anda adalah masa-masa di mana Anda lebih memperhatikan diri Anda dibandingkan masa-masa Anda berduka.

Menerima kenyataan bahwa Anda putus adalah sulit, tetapi dengan melakukan hal ini Anda akan pulih lebih cepat dan mudah. Pada masa ini mungkin perasaan Anda bermacam-macam. Bingung, merasa dikhianati atau bimbang adalah sebagian kecil yang bisa disebutkan. Ingatlah Anda cuma kehilangan seorang kekasih. Wajar untuk berduka, bahkan membiarkan diri Anda berduka untuk beberapa saat adalah hal yang wajar.

Setelah masa berduka, sekaranglah waktunya untuk melangkah maju. Hal ini memang lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Tetapi ada cara melakukan ini agar berhasil.

Ø      Mencari tahu siapa sebenarnya teman-teman terbaik Anda, kemudian bergabunglah dengan mereka. Keluar dan bersenang-senanglah.

Ø      Buatlah daftar tentang hal-hal yang ingin Anda lakukan atau selalu ingin Anda lakukan. Ajak teman dekat Anda. Atau mungkin Anda melakukannya sendiri.

Ø      Tetap aktif secara fisik dan mental bisa membantu Anda melupakan mantan pacar. Ini bisa membebaskan pikiran Anda dari situasi yang sedang terjadi dan membantu Anda menatap masa depan.

Hal-hal lain yang mungkin dapat Anda lakukan:

Þ     Buang atau sembunyikan foto-foto atau benda-benda yang menyimpan kenangan atau membuat Anda ingat si dia.

Þ     Sibukkan diri Anda. Dengan belanja, tentu saja yang benar Anda butuhkan, berolah raga dan lain-lain.

Þ     Gunakan waktu untuk berkenalan dengan kegiatan baru atau lingkungan baru.

Þ     Lebih aktif melakukan kegiatan keagamaan Anda.

Þ     Kencanlah untuk menaikkan lagi kepercayaan diri Anda, tapi jangan asal tabrak.

Þ     Pergilah berlibur dengan teman-teman Anda.

Þ     Bicarakan perasaan Anda atau suasana hati Anda setelah putus cinta.

Þ     Nikmati kesendirian Anda untuk sementara. Anda mungkin akan merasakannya lebih menyenangkan.

Þ     Ajak teman wanita atau pria Anda keluar, mungkin sekadar jalan-jalan atau makan.

Þ     Dan yang harus Anda ingat, tidak ada sesuatu yang tidak bisa Anda atasi.

Hal terakhir yang harus diingat, tundalah untuk mencari pacar baru. Hubungan baru yang mungkin bisa saja mengobati luka hati Anda, tetapi sebaiknya jangan hanya mengikuti emosi Anda. Ketika akan memasuki hubungan baru, penting bagi Anda untuk benar-benar mengenal orang itu.

Masih tetap bingung, ya? Tidak apa, itu wajar saja. Hal ini bisa jadi juga merupakan ujian dari Tuhan YME terhadap iman kita dan sesungguhnya Dia sudah menyiapkan rakhmat yang luar biasa bagi kita umatNya.

Mudah-mudahan, dengan 6 alternatif diatas bisa membuat Anda berpikir lagi,
bahwa sekeras-kerasnya kita berusaha untuk menentukan jodoh, ternyata masih
Tuhan YME jualah yang berkompeten menentukannya. Dan melalui iman kita, Dia
bisa bicara kepada suara hati kita, apakah seseorang itu jodoh kita atau
bukan.

<<kembali>>